Sekilas Tentang Pembuatan Candi Borobudur

Candi Borobudur merupakan peninggalan dari Abad ke-9. Kini tempat ini merupakan salah satu pilihan tempat wisata sejarah di Yogyakarta. Candi Borobudur adalah candi terbesar yang ada dan candi di Yogyakarta ini telah menarik perhatian banyak wisatawan. Candi Borobudur tampak begitu impresif dan kokoh. Tidak hanya populer di Indonesia, Candi Borobudur juga terkenal di seluruh dunia.  Peninggalan sejarah yang bernilai tinggi ini sempat menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia.

Tapi pernahkah kamu berfikir, bagaimana cara orang jaman dulu bisa membuat bangunan seperti ini? Tahukah kamu, Candi Borobudur memiliki misteri mengenai cara pembuatannya? Misteri ini memancing pendapat orang-orang secara spekulatif. Dengan beberapa catatan dan referensi yang terbatas, mari kita coba melihat sekilas tentang pembuatan Candi Borobudur.

Desain Candi

Candi Borobudur didirikan di atas sebuah bukit atau deretan bukit-bukit kecil yang memanjang dengan arah Barat-Barat Daya dan Timur-Tenggara dengan ukuran panjang ± 123 m, lebar ± 123 m dan tinggi ± 34.5 m diukur dari permukaan tanah datar di sekitarnya dengan puncak bukit yang rata. Bila kita berkunjung ke Candi Borobudur saat siang hari di musim kemarau, maka akan terasa panas menyengat.

Struktuk dasar dari design Candi Borobudur berupa punden berundak, dengan enam pelataran berbentuk bujur sangkar yang luas. tiga pelataran berbentuk bundar melingkar dan sebuah stupa utama sebagai puncaknya. Selain itu tersebar di semua pelatarannya beberapa stupa.

Candi Borobudur juga terlihat cukup kompleks dilihat dari bagian-bagian yang dibangun. Terdiri dari 10 tingkat dimana tingkat 1-6 berbentuk persegi dan sisanya bundar. Dinding candi dipenuhi oleh gambar relief sebanyak 1460 panel. Terdapat 504 arca yang melengkapi candi.

Material Candi

Inti tanah yang berfungsi sebagai tanah dasar atau tanah pondasi Candi Borobudur dibagi menjadi dua, yaitu tanah urug dan tanah asli pembentuk bukit. Tanah urug adalah tanah yang sengaja dibuat untuk tujuan pembangunan Candi Borobudur, disesuaikan dengan bentuk bangunan candi.

Tanah urug ditambahkan di atas tanah asli sebagai pengisi dan pembentuk morfologi bangunan candi. Tanah urug ini sudah dibuat oleh pendiri Candi Borobudur, bukan merupakan hasil pekerjaan restorasi. Ketebalan tanah urug ini tidak seragam walaupun terletak pada lantai yang sama, yaitu antara 0,5-8,5 m. Sungguh hebat perhitungan para pembuat Candi Borobudur ini.

Pembuatan Candi Borobudur

Banyak buku yang menyediakan data mengenai Candi Borobudur ini baik dari sisi design, sejarah, tentang pembuatan Candi Borobudur dan falsafah bangunan. Banyak ahli sejarah dan bangunan purbakala menulis mengenai keistimewaan candi ini.

Hasil penelusuran data baik di buku maupun di internet, belum ada yang yang mengungkapkan misteri pembuatan Candi Borobudur, baik dari persiapan hingga bangunan candi ini benar-benar berdiri secara kokoh. Berikut data mengenai pembuatan Candi Borobudur:

1. Bentuk bangunan dan material utama

Candi ini berbentuk tapak persegi ukuran panjang ± 123 m, lebar ± 123 m dan tinggi ± 42 m. Luas 15.129 m2. Material utama candi ini adalah batuan andesit berporositas tinggi dengan berat jenis 1,6-2,0 t/m3. Diperkirakan terdapat 55.000 m3 batu pembentuk candi atau sekitar 2 juta batuan dengan ukuran batuan berkisar 25 x 10 x 15 cm. Berat per potongan batu sekitar 7,5 – 10 kg.

2. Konstruksi bangunan

Candi borobudur merupakan tumpukan batu yang diletakkan di atas gundukan tanah sebagai intinya, sehingga bukan merupakan tumpukan batuan yang masif. Inti tanah juga sengaja dibuat berundak-undak dan bagian atasnya diratakan untuk meletakkan batuan candi.

3. Bahan Bangunan

Setiap batu disambung tanpa menggunakan semen atau perekat. Batu-batu ini hanya disambung berdasarkan pola kemudian ditumpuk. Tumpukan bebatuan yang disusun itu kemudian berbentuk sebuah Candi borobudur yang berbentuk kompleks. Candi terdiri dari 10 tingkat dimana tingkat 1-6 berbentuk persegi dan sisanya bundar. Dinding candi dipenuhi oleh gambar relief sebanyak 1460 panel. Terdapat 505 arca yang melengkapi candi.

4. Teknologi yang tersedia

Pada saat itu belum ada teknologi angkat dan pemindahan material berat yang memadai. Diperkirakan menggunakan metode mekanik sederhana. Atau mungkin mengangkat dengan tenaga manusia.

5. Perkiraan jangka waktu pelaksanaan

Tidak ada informasi yang akurat. Namun beberapa sumber menyebutkan bahwa candi borobudur dibangun mulai 824 M – 847 M. Ada referensi lain yang menyebut bahwa candi dibangun dari 750 M hingga 842 M atau 92 tahun.

6. Pembangunan candi dilakukan bertahap

Pada awalnya dibangun tata susun bertingkat. Sepertinya dirancang sebagai piramida berundak. Tetapi kemudian diubah. Sebagai bukti ada tata susun yang dibongkar.

Tahap kedua, pondasi borobudur diperlebar, ditambah dengan dua undak persegi dan satu undak lingkaran yang langsung diberikan stupa induk besar.

Tahap ketiga, undak atas lingkaran dengan stupa induk besar dibongkar dan dihilangkan dan diganti tiga undak lingkaran. Stupa-stupa dibangun pada puncak undak-undak ini dengan satu stupa besar di tengahnya.

Tahap keempat, ada perubahan kecil, yakni pembuatan relief perubahan pada tangga dan pembuatan lengkung di atas pintu dari abngunan bersejarah ini.

Bangun Candi akhirnya berdiri dengan kokoh, hingga diakui di seluruh dunia. Bila mengunjungi Candi Borobudur kita harus menjaga kelestarian alam, jangan nyampah sembarangan ya.. Biar bangunan bersejarah ini gak semakin cepat rusak.

Bila berkunjung ke Yogyakarta jangan lupa untuk mengunjungi Candi Borobudur, Candi Prambanan dan Candi Boko sebagai wisata bersejarah di Yogyakarta.

(Berbagai Sumber)

This post has already been read 8149 times!

2 comments to Sekilas Tentang Pembuatan Candi Borobudur

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>