Cerita Rakyat: Putri Ular

Kisah cerita rakyat ini berasal dari Sumatera. Pesannya agar kita menjaga ucapan karena segala ucapan adalah do’a.

Berikut uraian cerita rakyat berjudul “Putri Ular”:

Dahulu di sebuah hutan kecil yang memiliki danau dengan air yang jernih yang pemiliknya adalah seorang Putri yang cantik. Saking cantiknya, bahkan burung-burung pun terpesona saat memandangnya. Cerita rakyat Putri ini adalah seorang Putri dari kerajaan di sebuah negeri di Simalungun. Kecantikan Putri sudah terkenal kemana-mana, setiap Pangeran mendambakan untuk menjadi pendamping Sang Putri.

Kini, Sang Putri telah dipinang oleh seorang Pangeran dari negeri seberang. Putri terlihat bahagia dengan pinangannya itu. Pinangan yang telah diterima oleh ayahnya. Putri menerimanya karena ia merupakan anak yang berbakti. Para dayang yang angat menyayangi Putri juga ikut berbahagia menyambut pernikahan Putri yang masih dua bulan lagi itu. Mereka berjanji untuk menjaga Putri sebaik-baiknya agar tidak ada yang menghalangi pernikahannya nanti.

Putri sangat dijaga oleh para dayang begitupun ketika mandi. Sampai hari itu ketika mereka memandikan Sang Putri di danau, sebuah angin besar datang dan menyebabkan ranting pohon jatuh mengenai Sang Putri. Putri berusaha menutupi mukanya, tapi dari tangannya terlihat darah yang mengalir.

Para dayang cemas, mereka pun berusaha menolong Putri. Mereka terkejut begitu Putri membuka tangannya dan hidungnya hilang sebelah. Putri pun minta diambilkan cermin dan ia kaget. Ia menangis dengan pilu meratapi nasubnya yang malang. Ia takut negerinya akan diserang oleh negeri seberang karena dianggap berbohong tentang kecantikan Putri ini. Ia takut ayah dan ibunya sedih. Ia meminta Tuhan agar menghukumnya karena ia tidak sanggup lagi bertemu kedua orang tuanya.

Tuhan seperti mendengar do’anya, sambaran petir membuat semua orang yaitu dayang-dayangnya yang mendengar do’a Putri tadipun menjerit. Apalagi perlahan-lahan tubuh Putri mulai mengeluarkan sisik seperti ular. Dayang segera melapor pada Raja dan Ratu. Ratu sedih mengetahui anaknya berubah menjadi ular, ia pun menyuruh tabib istana dan segera menemui Putri di danau bersama raja.

cerita rakyat

Namun, ketika sampai di sana mereka Putri sudah tidak ada, hanya para dayang saja yang mengerumuni seekor ular besar di atas batu. Raja dan ratu segera meminta tabib untuk mengobatinya, namun ular alias ptri itu menggeleng. Ia memilih pergi masuk hutan dan tidak mendengar teriakan ibunya. Sejak itulah, Putri tidak pernah kembali lagi dan menjadi cerita rakyat yang melegenda.

Demikianlah cerita rakyat dari Pulau Sumatera ini bisa jadi pelajaran bagi kita semua.

This post has already been read 9858 times!

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>