Cerita Rakyat: Si Pahit Lidah dari Danau Ranau

Cerita Rakyat

Sebagian besar destinasi wisata di Indonesia tak lepas dari yang namanya cerita rakyat. Tentu selain dari keindahan alam yang dijual ke berbagai wisatawan, baik lokal dan internasional.Bahkan, cerita rakyat itu sendiri lebih memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan dengan keindahan alam yang ditawarkan.Hal ini justru menjadi nilai tambah tersendiri bahkan batu magnet yang menarik para wisatawan untuk datang berkunjung dan mempelajari lebih jauh cerita rakyat tersebut.

Tetapi ada juga cerita rakyat yang memang bukan berasal dari keindahan alam suatu daerah, melainkan dari sisi moral atau pesan yang ingin disampaikan ke generasi mendatang, seperti contohnya adalah cerita rakyat Si Pahit Lidah, asal Sumatera Selatan. Layaknya daerah lain yang memiliki cerita uniknya masing-masing, seperti Kisah Gunung Tangkuban Perahu, Candi Borobudur, dan lainnya, Danau Ranau juga memiliki legenda cerita rakyat, yaitu Si Pahit Lidah.

Si Pahit Lidah

Konon kabarnya, hiduplah seorang yang sangat sakti, yaitu Si Pahit Lidah, karena lidah yang dimilikinya dapat mengutuk orang, binatang atau apa pun yang ia mau menjadi batu. Tersebutlah kisah seorang pangeran dari daerah Sumidang, yang bernama Serunting.Anak keturunan raksasa yang bernama Putri Tenggang ini, dikabarkan berkecamuk dengan iparnya, Aria Tebing, karena permasalahan iri hati Serunting terhadap Aria Tebing.

Ceritanya, mereka memiliki ladang padi bersebelahan yang hanya dipisahkan oleh pepohonan.Di bawah pohon tersebut, tumbuhlah cendawan yang menghadap ke arah ladang Aria Tebing lalu tumbuh menjadi logam emas.Sedangkan jamur yang menghadap ladang Serunting hanya tumbuh menjadi tanaman tak berguna.Dari perseteruan itu, berubah menjadi sebuah perkelahian. Menyadari bahwa Serunting ternyata lebih sakti, maka Aria Tebing pun menghentikan perkelahian tersebut lalu mencari jalan lain untuk mengalahkan lawannya. Bujuk punya bujuk,  Aria Tebing membujuk kakaknya yang merupakan istri dari Serunting untuk memberitahukan  rahasia kesaktian Serunting.

Menurut dari istrinya Serunting, kesaktian ia berada pada tumbuhan ilalang yang bergetar,  meskipun tidak tertiup angin. Berdasarkan informasi tersebut, maka Aria Tebing pun menantang kembali Serunting untuk berkelahi. Dengan sengaja, Aria Tebing menancapkan tombaknya ke ilalang  yang bergetar itu, lalu Serunting pun tersungkur dan terluka parah. Akhirnya Serunting pergi mengembara karena merasa dikhianati.

Di saat mengembara tersebut, Serunting bertapa ke Gunung Siguntang dan bertemu oleh sosok orang bernama Hyang Mahameru yang menjanjikannya kekuatan gaib. Syaratnya, Serunting harus bertapa di bawah pohon bamboo hingga seluruh tubuh tertutup oleh daun bambu.Setelah dua tahun lamanya bertapa, Serunting pun menerima kekuatan gaib yang berupa kesaktian. Setiap kalimat atau perkataan apa pun yang keluar dari mulutnya akan berubah menjadi kutukan batu. Di situlah asal muasal Serunting diberikan julukan Si Pahit Lidah.

This post has already been read 12995 times!

Tags:  

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>